" KUTIPAN (2) "

PENGHILANGAN BAGIAN KUTIPAN
Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya :
Jika pengarang ingin menghilangkan beberapa kata dalam kutipannya, maka kata-kata yang dibuang tadi diganti dengan tanda tiga titik. Apabila yang dibuang adalah sebuah kalimat, maka diganti dengan empat titik.

Contoh :
Penghilangan Kata = 3 titik
  • Faizah (2008 : 91) menjelaskan,”... pembicara mempunyai maksud tertentu ketika mengujarkan sesuatu, hal ini disebut dengan implikatur.”
  • Faizah (2008 : 11) menjelaskan “ Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan ... sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu”.
Penghilangan Kalimat = 4 titik
  • Razak (1991 : 3) menjelaskan,” membaca memang memegang peranan penting,.... jika dikaitkan dengan program pengajaran tertentu."
  • Hamidy (2001 : 48) menjelaskan,” Aku sebagai seniman, Ida, harus mempunyai ketajaman dan ketegasan dalam menimbang serta memutus.... kita mesti menimbang, memilih, mengupas dan kadang- kadang sama sekali membuang, sudah itu baru mengumpul satukan”.
CATATAN KAKI
Apakah kamu pernah mendengar istilah Catatan Kaki? Disini maksudnya bukan catatan yang di tulis pada kaki, tapi catatan yang di tulis pada bagian akhir bab tulisan atau teks yang biasanya sering digunakan pada karya ilmiah. Tujuannya supaya para pembaca mengetahui sumber istilah atau refrensi yang digunakan pada karya ilmiah. Nah…, untuk memahami lebih lanjut baca saja penjelasannya dibawah ini.

Yang dimaksud dengan catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis pada bagian paling bawah disetiap lembaran akhir bab karya ilmiah (makalah, skripsi, tesis dll). Atau catatan kaki merupakan keterangan refrensi yang ditempatkan pada kaki tulisan atau teks karya ilmiah.

MANFAAT CATATAN KAKI
Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah supaya dapat dimengerti oleh pembaca. Untuk menghargai sumber kutipan yang dikutip, supaya pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan yang digunakan.
Dan untuk menunjukan refrensi lain supaya pembaca karya ilmiah dapat mengetahui ulasan yang lebih jelas mengenai istilah yang digunakan.

Contoh :
  • Dodi Dodo, Panduan Menulis karya Ilmiah, Pustaka Sore, Jakarta, 2013, hlm 25.
  • Deni Deno, Pengantar Manajemen Bisnis, Pustaka Petang, hlm 11.
  • Dodi Dodo, loc.cit.
Jika diambil secara online atau bersumber dari internet :
  • Akbar Rizal, “Menulis Karya Ilmiah”, Pustaka Mentari Gelap, diakses dari http://www.nama-situs-webnya. com/2015/04/materi-pengantar-manajemen-bisnis.html, pada tanggal 22 April 2016 pukul 14.30.
  • Denny Sakrie, “Begadang, Musik Rock Dangdut Pertama?”, https://dennysakrie63.wordpress.com/2014/11/29/begadang-dangdut-rock-pertama (diakses pada 21 Juni 2017, pukul 13.55).

Komentar