NOVEL PERSAHABATAN


Sejak kecil, Dina dan Rika sudah sangat akrab. Mereka adalah tetangga dan selalu bersekolah di sekolah yang sama, mereka tak pernah bertengkar dan selalu bahagia. Kemana-mana mereka selalu bersama, keduanya benar-benar saling menyayangi.

Pekerjaan ayah Dina seorang pengusaha yang sering sekali mondar-mandir ke luar kota, bahkan di usianya yang sekecil itu, Luna sudah menjelajahi 3 kota.

Sedangkan Rika adalah seorang anak tunggal dan orang tuanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Hal tersebut membuat Dina sering kali menginap di rumah Rika. Keluarga Rika juga sudah menganggap Dina bagian dari keluarga mereka.

Suatu ketika, pada saat pelajaran Matematika tiba-tiba Dina memberitahu jika mereka sepertinya akan berpisah. Rika pun kaget, apa maksud Dina berkata begitu.
“Rik, ayahku bilang kita mau pindah ke luoar kota,” ujar Dina dengan mata berkaca-kaca
“Apa? Kapan kalian berangkat.”
“Dalam waktu dekat.”

Setelah beberapa hari berlalu, mereka melewatinya dengan selalu tersenyum, meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar tersenyum. Hingga tiba hari di mana mereka harus berpisah.
Namun, yang membuat Rika kecewa karena Dina tidak mengucapkan sepatah kata apapun tentang kepergiannya.  Rika sangat sedih, dia bahkan terus menangis sendirian.

Setelah beberapa tahun berlalu, kini Rika sudah sedikit lupa pada Dina. Mereka sudah tidak pernah berkirim kabar semenjak kepergian Dina yang tanpa pamit. Setelah lulus SMA, Rika diterima di salah satu kampus di Jepang. Ia memberitahu ibunya jika lusa akan berangkat.
“Bu, kenapa jantungku berdegup kencang? Aku tidak yakin bisa bertahan hidup di sana. Semalam tiba-tiba aku memimpikan Dina. Kami berdua tertawa bersama-sama.”
“Mungkin itu pertanda kalian akan dipertemukan kembali,” ujar ibu dengan lembut.
“Ah sudahlah, Bu. Aku tidak ingin memikirkan Dina lagi,” kata Rika dengan sorot mata yang sendu.

Setelah semuanya sudah siap, Rika diantar oleh ibu dan juga teman-temannya sampai bandara. Terlihat suasana yang mengharukan karena mereka semua tidak ingin berpisah dengan Rika. Tapi, mereka semua tahu jika kuliah di salah satu Universitas ternama di kota Malang adalah mimpi Rika sejak kecil. Jadi, mereka melepaskannya dengan penuh bangga.

Sesampainya di kota Malang, langsung mengunjungi kampus untuk menuju asramanya. Di kampus, Rika menemui banyak orang dari berbagai kota atau daerah.
Setelah mengambil segala perlengkapan yang diberikan oleh kampus termasuk kunci kamarnya, akhirnya ia berjalan mencari di mana letak kamarnya.

Tak butuh waktu yang lama, ia sudah menemukan kamar tersebut. Ruangan tersebut memiliki 4 kamar yang kosong. Sudah ada dua yang terisi, ia dan mahasiswa dari NTT. Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk, dan seseorang pun masuk.
“Halo, perkenalkan nama saya Dina, saya pelajar dari kota Jogja.”
Rika merasa tidak asing dengan suara itu.
“Dina? Apakah kamu Dina sahabatku?”
“Rika? Kamu juga kuliah di sini? Bagaimana kabarmu? Maafkan aku yang dulu tidak sempat pamit padamu. Aku hanya tidak sanggup melihat dirimu,” ujar Dina sambil memeluk Rika erat-erat.
“Iya, aku memaafkanmu Dina. Yang terpenting sekarang kita bersama. Aku sudah bahagia.”
Nah, begitulah cerpen persahabatan sejati yang sangat mengharukan. Yang terpenting dalam persahabatan adalah saling memaafkan dan selalu menyayangi satu sama lain.

Komentar